Senin, 11 Januari 2021

Studi Kasus: DKI Jakarta

Analisis spasial merupakan kumpulan – kumpulan dari teknik yang dapat digunakan untuk melakukan pengolahan data SIG. Hasil dari analisis data spasial sangat bergantung dari lokasi atau tempat di mana objek sedang dianalisis. Selain itu, analisis spasial juga bisa diartikan sebagai teknik – teknik yang dapat digunakan untuk meneliti dan juga mengeksplorasi dari dari sudut pandang keruangan. Semua teknik ataupun pendekatan perhitungan secara matematis yang berhubungan dengan data keruangan atau spasial dilakukan dengan menggunakan fungsi analisis spasial.

Fungsi Analisis Spasial

Menurut Eddy Prahasta (2009), fungsi dari analisis spasial yaitu:

  1. Reclassify: Mengklasifikasikan kembali suatu data hingga pada akhirnya menjadi sebuah data spasial yang baru dan berdasarkan pada kriteria atau atribut tertentu.
  2. Network: Sebuah fungsionalitas yang merujuk pada data – data spasial titik- titik ataupun garis – garis sebagai jaringan yang tidak terpisahkan.
  3. Overlay: Fungsionalitas yang menghasilkan layer data spasial baru, di mana layer tersebut merupakan hasil dari kombinasi minimal dua layer yang menjadi masukkannya.
  4. Buffering: Fungsi yang akan menghasilkan layer spasial baru menghasilkan layer data spasial baru dengan bentuk poligon serta memiliki jarak tertentu dari unsur – unsur spasial yang menjadi masukkannya.
  5. 3D Analysis: Fungsi ini terdiri atas sub – sub fungsi yang berkaitan dengan presentasi data spasial yang terdapat di dalam ruang 3 dimensi atau permukaan digital.
  6. Digital Image Processing: Fungsionalitas ini nilai ataupun intensitas dianggap sebagai fungsi sebar atau spasial.
Pengukuran untuk analisis spasial dapat dilakukan dengan cara fungsi pengukuran.Fungsi pengukuran yang dimaksud di sini yaitu:

  • Jarak Pengukuran, arti dari jarak yang dimaksud yaitu menghitung jarak antara dua titik. Pengukuran ini dapat dilakukan dengan meng-klik kedua titik tersebut atau dengan cara lain yaitu menggunakan query
  • Luas Fungsi, luas yang tersebut dapat digunakan dalam menghitung luas suatu wilayah dari unsur – unsur spasial. Wilayah yang dimaksud dapat berupa poligon atau vektor dan juga wilayah yang memiliki tipe raster.
  • Keliling Fungsi, keliling ini dimanfaatkan untuk menghitung keliling atau parameter dari unsur – unsur spasial. Unsur – unsur ini yaitu poligon (vektor) dan raster.
  • Centroid Fungsi, adalah fungsi yang digunakan untuk menentukan koordinat titik pusat yang berasal dari unsur – unsur spasial yang memiliki tipe poligon atau raster.
  • Kedekatan Fungsi, merupakan fungsi untuk menghitung jarak dari suatu titik, garis dan juga batas poligon. Salah satu kedekatan fungsi yang paling sering digunakan yaitu buffer. Buffer merupakan adalah analisis spasial yang nantinya menghasilkan unsur – unsur spasial yang bertipe poligon. Contoh dari fungsi buffer terdapat pada overlay. 

Analisis Spasial Dalam SIG (Sistem Informasi Geografi)

Sebelumnya kita perlu mengetahui terlebih dahulu, apa itu SIG. Sistem Informasi Geografi adalah suatu sistem di dalam komputer (SBIS) yang digunakan untuk memasukan atau capturing, menyimpan, memeriksa, mengintegrasikan, memanipulasi, menganalisis dan juga menampilkan data – data yang memiliki hubungan dengan posisi di permukaan bumi. Selain itu, Sistem Informasi Geografi juga mempunyai arti sebagai sebuah sistem informasi yang dibuat untuk bekerja dengan menggunakan data yang bereferensi spasial atau memiliki koordinat geografi. SIG sendiri merupakan salah satu sistem yang cukup kompleks, pada umumnya terintegrasi dengan lingkungan sistem komputer lainnya pada tingkat fungsional dan juga jaringan atau network.


Contoh Penerapan Analisis Spasial mengenai Risiko Penyebaran Virus Corona 

Dalam memitigasi pandemi global COVID-19 saat ini, kemampuan memahami risiko penyebarannya secara spasial menjadi penting, terutama untuk membuat rencana aksi di lingkungan masyarakat. Melalui pendekatan spasial untuk media informasi sekaligus metode analisis yang komprehensif, maka pemerintah dan masyarakat dapat mengetahui kelurahan yang rentan akan persebaran COVID-19 beserta lokasinya, dan segera membuat rencana aksi untuk memperlambat persebaran dan penanganan pasien yang cepat. Rencana aksi ini harus dapat diimplementasikan segera di tingkat lingkungan melalui pembuatan gugus tugas di tingkat kelurahan (Kelurahan Tanggap) dan di tingkat lingkungan (RW Siaga). Tugas dan fungsi Kelurahan Tanggap dan RW Siaga berdasarkan pedoman — yang dibuat oleh Pemerintah DKI Jakarta– diharapkan dapat melaksanakan rencana aksi berdasarkan kondisi di wilayahnya dalam mitigasi pandemi global di wilayah DKI Jakarta. Dengan sinergi Kelurahan Tanggap dan RW Siaga dalam memahami risiko krisis ini, diharapkan DKI Jakarta dapat menekan persebaran COVID-19 di tingkat lingkungan

Dengan pemahaman risiko spasial yang lebih baik, kita akan semakin baik dalam merespon krisis ini, termasuk dalam membuat skenario perencanaan dan aksi di tingkat kelurahan yang dapat diturunkan menjadi gugus-gugus kerja di tingkat kelurahan dan lingkungan. Usaha mitigasi pandemi memerlukan partisipasi masyarakat untuk mengurangi penyebarannya di level lingkungan. Kelurahan Tanggap dan RW Siaga dapat merupakan salah satu alternatif gugus tugas di tingkat kelurahan dan lingkungan. Masyarakat dapat dilibatkan dalam Pembatasan Sosial Skala Besar (PBSS) sesuai dengan konteks wilayahnya. Pelibatan masyarakat dapat berupa jadwal bergilir warga di Rukun Tetangga (RT) sebagai anggota RW Siaga karena lebih mengetahui detil kondisi lingkungannya saat ini.

Maka dalam hal ini akan dipetakan Kelurahan yang Rentan akan Persebaran Covid 19 di DKI Jakarta sebagai berikut:

  1. Kerentanan Kelurahan berdasarkan distribusi lansia di atas 60 tahun dan penyebaran kasus positif COVID 19

    Lansia di atas umur 60 tahun memiliki daya tahan tubuh yang lebih rentan, sehingga secara statistic kasus kematian akibat COVID 19 dikelompok ini tinggi.  Dari Analisis Spasial ini, terlihat pola kelurahan dengan jumlah lansia di atas 8.000 jiwa memiliki kurang dari 10 kasus positif COVID-19, juga sebaliknya, misalnya, Kelurahan Senayan yang hanya memiliki lansia kurang dari 2.000 jiwa telah mengalami kasus positif sebanyak lebih dari 10 orang. Oleh karena itu, kita juga perlu memperhatikan kelurahan dengan karakter seperti Senayan. Pencegahan penyebaran lebih baik dilakukan oleh semua orang di tiap kelurahan di DKI Jakarta, terutama di kelurahan-kelurahan dengan populasi lansia yang tinggi.



  2. Kerentanan Kelurahan berdasarkan distribusi penduduk di atas 45 tahun yang memiliki penyakit kronis dan penyebaran kasus positif COVID 19

    Penduduk yang memiliki penyakit kronis bawaan memiliki risiko yang lebih tinggi Untuk itu semua kelurahan yang memiliki penduduk berusia di atas 45 tahun yang memiliki penyakit kronis harus tetap mewaspadai penyebaran COVID-19 ini dengan pembatasan sosial dan pergerakan bagi penderita penyakit kronis di wilayahnya.


  3. Kerentanan Kelurahan berdasarkan kepadatan penduduk DKI Jakarta dan penyebaran kasus positif COVID 19

    Saat ini pengendalian penyebaran virus corona di Indonesia, termasuk DKI Jakarta, dilakukan melalui Pembatasan Sosial Berskala Besar di masyarakat. Dengan demikian penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar ini harus dilakukan penuh kesadaran dengan dukungan sistem yang terbentuk dari masyarakat (bottom-up) di tingkat RW. Ini dapat menjadi salah satu tujuan dari peranan RW Siaga di DKI Jakarta yang bersinergi dengan Kelurahan Tanggap.


  4. Kerentanan Kelurahan berdasarkan kepadatan penduduk DKI Jakarta dan penyebaran lokus pasar tradisional

    Meskipun beberapa aktivitas yang tertuang dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar sudah mulai diterapkan, namun saat ini Pemerintah Daerah tidak dapat menutup pusat-pusat aktifitas yang vital untuk penyediaan bahan makanan bagi warga DKI Jakarta. Sejumlah pasar tradisional masih dibuka untuk distribusi bahan makanan ke retail atau pengecer, termasuk tukang sayur keliling, tanpa adanya penerapan dan kontrol social distancing yang ketat. Maka diharapkan kelurahan yang memiliki kepadatan tinggi tersebut dan masih berada di area pelayanan 1 km dari pasar tradisional harus memiliki strategi teknis dalam pengaturan pergerakan barang dan manusia di sekitar pasar tradisional agar mengurangi rantai penyebaran virus Corona dari pusat-pusat keramaian yang memiliki fungsi vital di DKI Jakarta tersebut ke permukiman.


  5. Kerentanan Kelurahan berdasarkan kepadatan penduduk dan pesebaran minimarket

    Saat ini minimarket di daerah permukiman menjadi salah satu tempat awal untuk mencari kebutuhan rumah tangga dasar selama pembatasan mobilitas dengan bekerja atau sekolah di rumah. Jumlah minimarket di permukiman DKI sangat banyak, bahkan hanya berjarak 200-300 meter antara satu dan lainnya. Selain sebagai tempat yang menyediakan kebutuhan dasar rumah tangga, minimarket dapat menjadi super spreader (tempat penyebaran yang sangat cepat) jika tanpa adanya protokol yang jelas untuk diterapkan dalam aktifitas jual beli di minimarket. Untuk mengurangi penyebaran penularan COVID-19 melalui titik-titik yang berpotensi sebagai super spreader inisepatutnya melalui penerapan aturan social distancing di minimarket dengan pengaturan display, pemberian marka berjarak setiap 1 meter untuk mengantri, pemberian hand sanitizer di kasir; dan pengawasannya secara mandiri oleh masyarakat setempat, termasuk RW Siaga, secara otomatis.


  6. Kerentanan Kelurahan berdasarkan jumlah dan pesebaran fasilitas kesehatan yang mangani kasus Covid 19

    Saat ini di DKI Jakarta terdapat 12 Rumah Sakit Rujukan (RSR) yang khusus melayani pasien terinfeksi virus corona dan 8 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang dapat menerima pasien dengan gejala terinfeksi virus ini selain harus menerima pasien dengan penyakit kronis lainnya. Dengan mempertimbangkan kepadatan penduduk DKI Jakarta dan risiko penyebaran yang cepat di area dengan kepadatan penduduk yang tinggi, maka dibutuhkan fasilitas kesehatan tambahan untuk penanganan tahap awal. Fasilitas kesehatan tambahan ini harus menjadi garda depan untuk pemeriksaan awal orang yang mengalami gejala terinfeksi COVID-19 di DKI Jakarta.



Kesimpulan

Analisis spasial yang dipaparkan ini untuk memberikan gambaran kelurahan-kelurahan yang rentan akan persebaran virus corona saat ini berdasarkan beberapa parameter rasional. Selain itu, saat ini pemerintah harus memberikan bantuan ekonomi bagi Rumah Tangga Termiskin di kelurahan yang terindikasi memiliki rasio yang tinggi terhadap jumlah keseluruhan jumlah rumah tangga di DKI Jakarta. Dengan mempertimbangkan lokasi tempat mereka bekerja maka alternatif strategi yang harus diturunkan menjadi protokol dan aksi nyata di tingkat lingkungan terkecil melalui sinergi pemerintah daerah dan masyarakat, di antaranya melalui pembentukan gugus tugas di kelurahan (Kelurahan Tanggap) dan RW Siaga yang saling berkoordinasi dengan baik. Dengan pendekatan sinergi dan gotong-royong ini, diharapkan DKI Jakarta dapat mengurangi penyebaran COVID-19, Harapan kedepannya masyarakat khususnya mahasiswa memiliki kemampuan analisis spasial untuk memberikan gambaran gambaran masukan atas permasalahan yang terjadi di sekitar. 

Semoga Bermanfaat 🙏:)

Mariani Putri Sinaga
21S17005
Institut Teknologi Del






25 komentar:

  1. Sungguh bermanfaat artikelnya mengenai Analisis Spasial, apalagi sekarang ini target pemerintah pada bulan februari yaitu vaksinasi, sangat dibutuhkan geospasial dalam proses distribusinya, ditunggu artkel selanjutnya, Semangat!!!

    BalasHapus
  2. sangat bermanfaat dan menambah wawasan apalagi dijaman seperti ini

    BalasHapus
  3. Artikel ini sungguh bermanfaat menurut saya, selain pemaparan topik yang jelas dan mudah untuk dimengerti, kesimpulan yang dipaparkan juga dapat merangkum semua. Terimakasih kepada penulis, kiranya tetap semangat dalam artikel selanjutnya.

    BalasHapus
  4. Artikel mengandung isi yang sangat bermanfaat, penulis mampu menjelaskan secara baik analisis spasial mengenai risiko penyebaran virus corona

    BalasHapus
  5. Artikel ini sangat bermanfaat serta mudah untuk dipahami dan menambah pengetahuan tentang penerapan analisis spasial dalam SIG terkhusus pada keadaan dan situasi saat ini yang dapat digunakan sebagai alternatif dalam menganalisis situasi saat ini.

    BalasHapus
  6. Penjelasan nya lengkap, tepat dan mantap ! Excellent

    BalasHapus
  7. Artikel yang menarik, memberikan gambaran daerah yang seperti apa yang rentan akan persebaran virus corona saat ini berdasarkan beberapa parameter rasional, dan dengan kemampuan analisis spasial untuk memberikan gambaran gambaran masukan atas permasalahan yang terjadi di sekitar, seperti masalah wabah pandemi yang masih terjadi sekarang. Sukses untuk penulis.

    BalasHapus
  8. Good, sangat bermanfaat 👍👍👍

    BalasHapus
  9. Terimakasih kepada penulis, karena telah menulis artikel yang menambah wawasan.

    BalasHapus
  10. Sangat bermanfaat. Terimakasih penulis.

    BalasHapus
  11. informasi yang bermanfaat,semoga dapat membantu mencegah penyebaran virus Covid

    BalasHapus
  12. Artikel ini sangat menarik dan bermanfaat kepada masyarakat karena dapat memberikan gambaran bagaimana kondisi suatu daerah di saat pandemic Covid-19 saat ini, sehingga bisa menjadi evaluasi bagi masyarakat dan pemerintah

    BalasHapus
  13. wow
    materi nya sangat menarik untuk dibahas
    thank you thor

    BalasHapus
  14. Artikel ini cukup menarik,kalau boleh tau apa ya salah satu fokus dari analisis spasial ini? atau apa yang membedakan analisis ini dengan analisis lainnya yang paling dominan ?

    BalasHapus
  15. Wawwwww.... Tedimakasih informSinyaaa.... Sungguh bermanfaat

    BalasHapus
  16. makaksih ka udah membuat ilmu saya bertambah, semangat terus

    BalasHapus
  17. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  18. wahh informasinya sangat membantu saya dalam mengerjakan tugas

    BalasHapus
  19. Thankyou for this articel. Thats very insightful for me. Keep zeal for others content.

    BalasHapus
  20. Tulisan anda menarik yaa. Semoga karya anda bermanfaat bagi bangsa ini. #fightcovid19

    BalasHapus
  21. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  22. Thanks banget buat informasi tentang Analisis Spasial Risiko Penyebaran Virus Corona khusunya di daerah DKI Jakarta. Sangat menambah pengetahuan saya tentunya thor dan dilengkapi dengan gambar yang menarik sehingga saya tidak bosan membaca artikel ini. Ditunggu karya selanjutnya thor

    BalasHapus
  23. Wow. Interesting!

    Can't wait to see ur next writing about geospatial 😊

    BalasHapus
  24. Woww
    Tulisan nya menarik dan bermanfaat
    Ditunggu tulisan selanjutnya

    BalasHapus
  25. Wah saya baru tahu bahwa selama ini informasimengenai penyebaran covid 19 itu ternyata menggunakan analisis geospasial. Akhirnya saya mengerti. Terimakasih buat tulisan yang sangat bermanfaat ini...sangat menambah wawasan saya

    BalasHapus

Studi Kasus: DKI Jakarta

Analisis spasial merupakan kumpulan – kumpulan dari teknik yang dapat digunakan untuk melakukan pengolahan data SIG. Hasil dari analisis dat...